Postingan

Hujan di bulan November

Gambar
Source: http://6iee.com/636265.html Aku mengagumi hujan di bulan November; Tetesnya mengucur tegas bak jutaan hunus pedang dari nirwana ilahi Membuatku terpukau memandangi Walau kusadari ia tak mungkin kumiliki lagi Aku menyayangi hujan di bulan November; Ia berhasil membasahi hati Hatiku—yang terbuat dari besi Kesejukan sementara yang kurasa, membuatku senyum sendiri Namun terjadi korosi Hatiku berkarat tiada disadari Aku mencintai hujan di bulan November; Ia berhasil menghapus debu dari kenangan yang telah aku simpan di rak-rak perpustakaan Kembalinya memori akan sang mantan, Membuat pipi banjir asin di keheningan Aku masih mencintai hujan di bulan November; Tetesnya membasahi atap rumah, ilalang kering, aspal jalanan, bangku taman Juga sebuah undangan yang kau selipkan di pot kembang depan rumahku Undangan merah jambu Undangan pernikahanmu Bersama kekasihmu yang baru

About Me

Gambar
Nama saya Mardiana, akrab disapa Nana, lahir di kota Samarinda pada tanggal 8 April 1998. Saya merupakan seorang mahasiswa sastra Inggris di Universitas Mulawarman. Saya memiliki minat dan hobi yang dinamis, untuk sekarang ini saya gemar mendesain dan menulis. Blog ini merupakan cerminan dari diri saya yang gemar bersastra sekaligus bercanda.   Lebih lengkap kalian dapat mengunjungi saya di:  Instagram : @Mardia_Nana  Facebook  : Mardiana

Rahasia Amplop Merah Jambu

Gambar
Source: 4.bp.blogspot.com Aku selalu mengagumi Viona. Segalanya berubah menjadi indah jika ia berada di dekatku. Bertahun-tahun sudah aku menyimpan perasaan kepada dia. Aku mulai menyukainya semenjak kecil.  Di masa kecil, kami sering menghabiskan waktu berdua, mulai dari pergi dan pulang sekolah bersama, duduk sebangku di kelas, pergi ke tempat les yang sama, bersepeda bersama, bermain petak umpet, dan masih banyak lagi hal yang kita lakukan bersama saat kecil. Kami juga sempat membangun rumah pohon di sebuah lahan milik kakekku. Tepatnya bukan kami yang membangun, melainkan kakekku, kami hanya bisa merengek memintanya untuk membuat rumah pohon untuk kami. Kini Viona menjauhiku, bahkan menjawab sapaanku pun tidak. Namun hal itu tidak membuat perasaanku kepadanya surut. Itulah yang membuat aku berada di pojok ruang berharap akan balasan cinta dari Viona. Itu juga yang membuatku persis seperti seorang penguntit, aku sering membuntuti Viona.  Aku pernah...

Penantian

Gambar
Source: http://2.bp.blogspot.com Enam puluh detik bergerak Dua puluh empat jam lari tidak sadar Tiga ratus enam puluh lima mentari jungkat-jungkit Satu dasawarsa terlewat Satu dekade Satu abad Kamu masih begitu saja Aku juga masih begini saja; masih menunggu Kamu mau apa? Aku mau kamu

Mencari Jati Diri

Gambar
Source: http://mixednation.com Aku ini abu-abu Ke kanan ataupun ke kiri tiada satu tujuanku Pergi ke dasar bumi, ia menolakku Pergi ke junjungan langit, aku tak mampu ‘Aku ini siapa?’ Tanyaku pada sang lembayung senja Tapi ia begitu angkuh tak mau menjawab keluhan remaja Sinar kemerahannya membuatku takut menghadapi gulita masa tua Karena aku belum memiliki sinar masa muda Aku memiliki sejuta khayal bohong Pun teman-teman yang berusaha mendorong Tapi aku tetap kosong Seperti cangkang yang ditinggal keong Aku meringkik kedinginan di pojok ruang Mengharap jati diri segera datang Mengharap tempat untuk nasibku berpegang Namun yang kudapat hanya lengang Orang-orang memberi tatapan mengusir Seolah mengisyaratkan tiada guna aku terlahir Tapi hari ini apa yang kutunggu telah hadir Aku mendapat bisikan dari angin yang mampir Bahwa diriku adalah seorang penyair