Source: http://6iee.com/636265.html Aku mengagumi hujan di bulan November; Tetesnya mengucur tegas bak jutaan hunus pedang dari nirwana ilahi Membuatku terpukau memandangi Walau kusadari ia tak mungkin kumiliki lagi Aku menyayangi hujan di bulan November; Ia berhasil membasahi hati Hatiku—yang terbuat dari besi Kesejukan sementara yang kurasa, membuatku senyum sendiri Namun terjadi korosi Hatiku berkarat tiada disadari Aku mencintai hujan di bulan November; Ia berhasil menghapus debu dari kenangan yang telah aku simpan di rak-rak perpustakaan Kembalinya memori akan sang mantan, Membuat pipi banjir asin di keheningan Aku masih mencintai hujan di bulan November; Tetesnya membasahi atap rumah, ilalang kering, aspal jalanan, bangku taman Juga sebuah undangan yang kau selipkan di pot kembang depan rumahku Undangan merah jambu Undangan pernikahanmu Bersama kekasihmu yang baru
Komentar
Posting Komentar